Malutzone – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tidore Kepulauan menyambut baik rencana Dinas Pendidikan setempat menjadikan bahasa Tidore sebagai mata pelajaran di Sekolah.
Respon itu disampaikan Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, Ade Kama kepada wartawan, Selasa (4/2/2025). Dinas Pendidikan Kota Tidore rencana menerapkan mata pelajaran Bahasa Tidore di Sekolah Dasar mulai tahun ajaran 2025/2026.
“Kalau itu ditanyakan ke DPRD soal bahasa daerah yang akan dijadikan mata pelajaran ini, tentu sebagai ketua DPRD, kami merespon baik,” ujar Ade Kama.
Mata pelajaran Bahasa Tidore rencananya baru diuji coba di kelas IV Sekolah Dasar. Ia menilai, adanya mata pelajaran bahasa daerah itu turut merawat budaya melalui pendidikan formal.
Menurutnya, fakta yang ada saat ini, rata-rata generasi khususnya pelajar SMA tidak lagi menggunakan bahasa Tidore dalam interaksi sehari-hari.
“Kitorang harus budayakan bahasa daerah Tidore agar memiliki karakteristik tersendiri, bahwa sekolah di Tidore ada bahasa daerahanya,” katanya.
Pihaknya juga berharap agar Dinas Pendidikan menyiapkan segala perangkat mata pelajaran Bahasa Tidore seperti tenaga pendidik hingga bahan ajar.
“Bila disetujui, Dinas Pendidikan harus mampu menyusun teknis-teknis seperti bahan ajar hingga menyiapkan tenaga pendidiknya,” tandasnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tidore Zainudin Umasangaji mengatakan pihaknya masih menunggu acuan regulasi agar mata pelajaran bahasa Tidore masuk dalam kurikulum formal.
“Begitu bahasa Tidore sudah terintegrasi dalam kurikulum, para guru yang mengajarkannya pun akan mendapatkan penghitungan jam mengajar,” jelasnya.




![Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak kampus dan kepolisian, di Aula Rektorat Unkhair pada Kamis (15/5/2025). [Foto. unkhair.ac.id]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2025/05/6-300x178.jpg)

