Malutzone – Tuntutan warga Gita untuk mencopot kepala sekolah SDN Gita, Oba, diakomodir oleh Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan, Jamil Hadi kepada wartawan, Senin (24/2/2025).
“Beberapa tuntutan (warga) itu diakomodir, salah satu poin itu ganti kepala sekolah. Nanti kami lapor pak Wali, kalo pak Wali mengiyakan kami langsung proses,” jelasnya.
Kepsek SDN Gita, Satria Mahmud diduga melakukan manipulasi data di sekolahnya dengan memasukan dua nama honorer dalam SK pembagian tugas nomor 047/07/2024/2025.
Berdasarkan penelusuran Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Gita (FPPMG) dan Karang Taruna Desa Gita baru-baru ini, dua orang berinisial RT dan ST tidak pernah mengajar di SDN Gita. Oleh warga setempat, Satria Mahmud harus dicopot dari kepsek SDN Gita karena memasukan dua nama tersebut ke dalam sistem.
Selain itu, Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan juga telah menyiapkan hasil evaluasi seluruh kepala sekolah baik di tingkat SMP, SD maupun TK.
“Kami punya skema (pergantian) sudah siap. Tinggal pak Wali pulang kami lapor minta petunjuk, kalau pak Wali iyakan, maka kami proses untuk selanjutnya,” katanya.
Menurutnya, evaluasi kepsek di seluruh sekolah merupakan hal penting yang harus dilakukan demi mengukur kinerja kepala sekolah itu sendiri.
Saat ini, sekolah yang berada dibawah Dinas Pendidikan Kota Tidore, untuk TK sebanyak 101 sekola, SD berjumlah 103 sekolah dan SMP sebanyak 37 sekolah.
Jamil menambahkan, evaluasi untuk pergantian ini juga lantaran sejumlah kepala sekolah mulai memasuki masa pensiun, dan juga sekitar 10 kepala sekolah yang telah dua periode memimpin sekolah.
“Yang dua periode jadi kepala sekolah akan digeser untuk penyegaran,” pungkasnya.




![Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak kampus dan kepolisian, di Aula Rektorat Unkhair pada Kamis (15/5/2025). [Foto. unkhair.ac.id]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2025/05/6-300x178.jpg)

