Pemda Halmahera Timur Kirim Puluhan Pemuda Kursus Bahasa Mandarin di LPK Bina Ilmu Ternate

Malutzone – Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur mengirim puluhan orang mengikuti pelatihan bahasa Mandarin di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Bina Ilmu Ternate.

Pelatihan bahasa Mandarin itu akan berlangsung dari 15 Mei hingga 15 Oktober 2025.

Pendiri LPK Bina Ilmu Ternate, Kasman Ulidam mengatakan, tujuan dibukanya kelas bahasa Mandarin ini agar mengasah kemampuan komunikasi generasi muda sehingga bisa bersaing di dunia kerja khususnya di industri pertambangan.

“LPK Bina Ilmu mengambil langkah ini adalah untuk menggodok putera puteri terbaik Maluku Utara yang mau berbahasa Mandarin,” ujarnya saat bertatap muka dengan peserta pelatihan, Rabu (14/5/2025).

Kasman mengungkapkan, program pemerintah Kabupaten Halmahera Timur tersebut merupakan peluang bagi anak muda mereka yang mau berkiprah di industri pertambangan.

“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa berjalan seterusnya, sehingga kita bisa menggodok anak-anak muda di Halmahera Timur agar bisa berbahasa Mandarin,” kata Kasman.

Menurutnya, generasi di Maluku Utara harus dibekali dengan kemampuan berbahasa Mandarin. Hal ini dikarenakan kebanyakan lingkungan industri di Maluku Utara membutuhkan karyawan yang punya kemampuan bahasa yang digunakan orang Tiongkok itu.

“Kita di Maluku Utara ini ada ratusan tambang, yang di dalamnya banyak orang Tiongkok yang menggunakan bahasa mandarin, jadi itu menjadi tuntutan (pekerjaan) kita,” terangnya.

Ia mengatakan, dalam dunia pekerjaan, penguasaan bahasa menjadi penting sebagai alat komunikasi yang baik. Dengan pemahaman bahasa yang mumpuni, bisa menopang peningkatan karier seseorang di tempat kerjanya.

“Jadi jangan kita hanya fokus pada bidang-bidang tertentu, tetapi bahasa ini penting. Karena apa, orang kita yang masuk di Iwip misalnya, kebanyakan tidak diberi jabatan strategis karena tidak punya kemampuan bahasa Mandarin,” pungkasnya.

Sementara Ketua Balai Latihan Kerja (BLK) Halmahera Timur, Mancarai Abd Rajak mengungkapkan bahwa para peserta yang mengikuti pelatihan ini sebelumnya telah diseleksi. Dengan begitu, ia yakin generasi dari Halmahera Timur mampu menguasai bahasa Mandarin.

“Beberapa bulan lalu saya memerintahkan untuk seleksi, saya berkeyakinan bahwa yang terpilih ini merupakan yang terbaik,” ujar Mancarai.

Ia berharap, para peserta optimal dan fokus mengikuti proses pelatihan bahasa Mandarin.

“Olehnya itu kurang lebih 6 bulan ini saya minta untuk serius dalam proses belajar mengajar, mengikuti seluruh aturan yang ada di Bina Ilmu,” imbuhnya.