Unkhair Ditetapkan Jadi Kampus Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas

Malutzone – Universitas Khairun (Unkhair) Ternate resmi ditetapkan sebagai Kampus Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara.

Penetapan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara pihak kampus dan Polda Maluku Utara yang berlangsung di Aula Rektorat Unkhair pada Kamis (15/5/2025).

Langkah ini menjadikan Unkhair sebagai perguruan tinggi pertama di Maluku Utara yang mengadopsi program pendidikan dan budaya tertib berlalu lintas di lingkungan akademik.

Program ini merupakan bagian dari upaya kolaboratif antara dunia pendidikan dan aparat kepolisian dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan generasi muda.

Rektor Unkhair, Dr. M. Ridha Ajam, M.Hum, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Polda Maluku Utara atas kepercayaan memilih Unkhair sebagai tuan rumah peluncuran program ini.

Ia menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keselamatan di jalan raya, terutama bagi mahasiswa yang kini semakin banyak menggunakan kendaraan pribadi.

“Sekitar 65 persen mahasiswa di kampus ini sudah punya kendaraan sendiri. Tapi masih banyak yang belum tertib berlalu lintas. Kesadaran harus tumbuh dari diri sendiri, karena kelalaian kita bisa membahayakan orang lain,” kata Dr. Ridha.

Terkait keselamatan lalu lintas, Direktur Lalu Lintas Polda Malut, Kombespol Doni Hermawan, SH., SIK., M.Si, mengimbau keselamatan lalu lintas harus menjadi perhatian bersama.

Kombespol Doni mengungkapkan angka kecelakaan lalu lintas pada 2024 mencapai lebih dari 1,1 juta kasus dengan korban meninggal dunia mencapai 27.000 jiwa.

“Artinya, setiap jam ada 3 hingga 4 orang meninggal akibat kecelakaan. Penyebab utamanya adalah kelalaian manusia seperti bermain ponsel saat mengemudi, mengantuk, dan melanggar aturan,” ujarnya.

Kombespol Doni juga menyampaikan peran penting generasi muda dalam mengubah budaya berkendara.

Berdasarkan data BPS, generasi Z mencakup hampir 28 persen dari populasi Indonesia, menjadikannya motor penggerak perubahan perilaku lalu lintas di masa depan.