Malutzone – Dana transfer ke daerah (TKD) 2026 yang diterima Pemerintah Kota Tidore Kepulauan turun signifikan.
Dana TKD Kota Tidore Kepulauan tahun 2026 turun menjadi Rp691.962.017.000 dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp969.650.713.000.
Secara keseluruhan, dana TKD yang tergambar dalam postur Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2026 sebesar Rp650 triliun, kemudian ditambah Rp43 triliun sehingga menjadi Rp693 triliun. Angka TKD ini menurun jika dibandingkan tahun 2025 sebesar Rp848 triliun.
Turunnya TKD tersebut tentunya berdampak pada skema pembiayaan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan tahun 2026. Dimana sejumlah pembiayaan seperti gaji PPPK, PPPK Paruh Waktu maupun Tambahan Penghasilan Pegawai ((TPP) terancam tak bisa dibayarkan.
Berdasarkan TKD Kota Tidore tahun 2025, Gaji PPPK dialokasikan sebesar Rp38.308.439.000, namun di tahun 2026 menjadi Rp0. Intensif fiskal pada tahun 2025 sebesar Rp6.512.751.000 di tahun 2026 menjadi Rp0.
Selain itu, DBH Kota Tidore tahun 2026 juga terjun sebesar 51 persen atau Rp97.131.668.000 dari tahun 2025 sebesar Rp190.770.098.000 menjadi Rp93.638430.000 pada 2026.
Sementara DAU pada 2025 sebesar Rp565.743.887.000 turun 19 persen atau sebesar Rp112.961.408.000 menjadi Rp452.782.479.000 pada 2026.
DAK fisik juga turun 80 persen atau Rp40.324.329.000 dari tahun 2025 sebesar Rp49.204.267.000 menjadi Rp8.879.938.000 tahun 2026. Sedangkan DAK nonfisik naik 22 persen atau Rp22.913.371.000 dari tahun 2025 Rp80.518.977.000 menjadi Rp103.432.348.000.
Begitu juga Dana Desa tak luput dari pengurangan anggaran TKD 2026. Dimana pada tahun 2025 ditransfer sebesar Rp38.592.294.000 turun menjadi Rp33.228.822.000 pada tahun 2026.
Dengan begitu, total pengurangan TKD Kota Tidore tahun 2026 mencapai Rp300.602.067.000 dari TKD 2025 yang berjumlah Rp969.650.713.000.
TKD tahun 2026 tersebut dibahas dalam rapat bersama para pimpinan OPD, Camat, Lurah dan Kepala Desa se Kota Tidore Kepulauan yang dipimpin langsung oleh Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen didampingi Wakil Wali Kota Ahmad Laiman dan Sekretaris Daerah Ismail Dukomalamo, di Aula Sultan Nuku, Senin (29/9/2025).
Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen mengatakan, di awal kepemimpinannya bersama Ahmad Laiman menghadapi ujian yang sangat luar biasa, membutuhkan kesabaran dan ketenangan serta betul-betul berpikir dengan terarah.
“Entah memang ini kondisi nasional atau alasan lainnya belum diketahui secara pasti, tetapi melihat di media, terkait dengan keuangan, satu hal yang sangat berpengaruh yaitu masalah Dana Alokasi Umum (DAU), jika Dana lain bisa dikurangi, tetapi DAU sebaiknya tidak boleh dikurangi karena hitungannya sudah jelas,” katanya.
Menurutnya, penurunan DAU Kota Tidore yang mencapai 100 miliar sangat berdampak pada kondisi keuangan daerah.
“Jadi pemotongan anggaran ini bukan hanya terjadi di Kota Tidore Kepulauan, jangan sampai para Camat, Lurah dan Kepala Desa berpikir demikian, ini terjadi di daerah seluruh Indonesia,” katanya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Tidore, Ismail Dukomalamo dalam kesempatan tersebut mengatakan, tujuan rapat tersebut untuk menyampaikan informasi dana transfer Tahun Anggaran 2026 yang turun drastis mencapai Rp300 miliar.
“Karena itu informasi ini harus disampaikan kepada Pimpinan OPD, Para Camat dan Lurah sehingga disampaikan kepada masyarakat, kalaupun terburuk seperti ini, maka di 2026 tidak ada lagi Dana Bantuan, Dana Hibah maupun kegiatan fisik dan belanja modal,” katanya.
“Hari ini kita bahas bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota sehingga langkah seperti apa yang akan kita ambil, akan menjadi informasi penting yang nantinya akan disampaikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Akibat pemangkasan dana TKD dari Pemerintah Pusat, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tidore Kepulauan yang pada tahun 2025 senilai Rp1.162.086.872.616 diproyeksikan turun menjadi Rp797.110.608.374 pada 2026.










