Bappenas Kunjungi Kesultanan Tidore Bahas Pembangunan Sofifi

Malutzone – Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas Ika Retna Wulandary mengunjungi Kesultanan Tidore, Kamis (23/10/2025).

Dalam kunjungan itu, Ika Retna bertemu dengan Sultan Tidore Husain Alting Syah dan Wakil Wali Kota Tidore Ahmad Laiman membahas pembangunan Sofifi sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara. Dimana peran empat kesultanan yakni Kesultanan Tidore, Ternate, Jailolo dan Bacan juga berperan penting dalam pembangunan ini.

Kesempatan itu, Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Ahmad Laiman mengatakan, secara geografis, Sofifi berada di wilayah adat kesultanan Tidore, dan berada dalam wilayah administrasi Kota Tidore Kepulauan, sehingga dalam pembangunan sofifi tidak terlepas dari peran keduanya.

Ia menjelaskan, saat Sofifi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara yang dimekarkan pada 1999, Tidore belum menjadi kota administratif karena menjadi bagian dari kabupaten Halmahera Tengah.

“Kami pemerintah daerah bersama kesultanan Tidore pun tidak pernah merasa bahwa kami menguasai segalanya, sehingga dengan adanya perencanaan ini diharapkan mampu untuk membantu dalam hal berbagai pembangunan yang ada di sofifi tersebut,” kata Ahmad Laiman.

Ia menyampaikan, Kota Tidore saat ini lebih mengedepankan potensi pariwisata dalam menarik orang untuk datang. Dengan berbagai potensi kekayaan budaya dan alam menjadi andalan.

“Kami berharap dengan adanya pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi, memberikan dampak yang bermanfaat untuk seluruh masyarakat Maluku Utara terutama pada masyarakat di kawasan ibu kota Sofifi, sehingga kami juga akan melakukan pengembangan potensi wisata yang dimiliki oleh Kota Tidore itu sendiri,” katanya.

Jou Sultan Tidore Husain Alting dalam kesempatan itu mengatakan bahwa sofifi merupakan wilayah adat kesultanan Tidore, dimana masuk dalam administratif pemerintah Kota Tidore, sehingga pembangunan kawasan ibu kota Sofifi adalah langkah yang strategis untuk percepatan pembangunan.

“Sebagai masyarakat adat saya berharap agar dengan kehadiran Ibu Direktur ini dapat membawa Tidore dengan keunikan masa lalu yang begitu berjasa untuk NKRI ini dapat dipertimbangkan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara, khususnya masyarakat Tidore yang berada di kawasan Pembangunan Ibu Kota Sofifi,” katanya.

Sementara, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas Ika Retna Wulandary mengatakan bahwa, kunjungan kerja ini sebagai bentuk silaturahmi dengan kesultanan Tidore dan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dalam rangka penyusunan master plan untuk pembangunan kawasan Ibu Kota Provinsi Maluku Utara.

Dengan adanya dokumen master plan, ibu kota Sofifi nantinya akan tertata dengan baik, karena sejauh ini sudah banyak dokumennya akan tetapi belum terintegrasi.

“Tujuan kami ini untuk mengintegrasikan berbagai dokumen perencanaan sebelumnya yang nantinya akan menjadi acuan kita dalam master plan kedepan, karena hingga 2025 ini master plan tersebut belum sempurna sehingga kami juga butuh masukan dari berbagai pihak untuk menjadi masukan dalam perencanaan master plan termasuk empat kesultanan yang ada di Maluku Utara,” katanya.

“Karena sebetulnya perencanaan master plan maupun perencanaan wilayah perlu memperhatikan aspek budaya historis dan khususnya di Maluku Utara, kita memperhatikan aspek kesultanan yang dimana aspek kesultanan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan kedepan tentunya dari aspek budaya dan adat istiadat yang nantinya memberikan masukan terhadap perencanaan kita kedepan,” tambahnya.

Ika juga menambahkan bahwa, pada pre master plan ini yang diprioritaskan dalam penataan dan pengembangan kawasan terlebih dahulu, agar lebih optimal dan sustainable serta berkelanjutan.

Harapannya, penyusunan dokumen master plan fase pertama selesai pada akhir 2025 sehingga bisa memiliki gambaran awal dan disempurnakan pada tahun 2026 dalam pengembangan kawasan ibu Kota Sofifi.

Sementara, perangkat Kesultan Tidore Ishak Naser menegaskan, pada prinsipnya kesultanan Tidore tetap mendukung upaya percepatan pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi, sehingga dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang ada di Sofifi.

“Kami sangat mendukung pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi yang dimana sebagai kawasan pemerintahan ibu kota Sofifi, sehingga percepatan pembangunan infrastruktur dan lainnya dapat berjalan dengan baik agar sofifi benar-benar menjadi Ibu Kota yang didalamnya dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat khususnya di kawasan ibu kota Sofifi,” katanya.