Malutzone — Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Maluku Utara terus mendorong pengelolaan sampah plastik berbasis pendidikan dan komunitas. Pendekatan ini menempatkan edukasi, partisipasi, dan penciptaan nilai ekonomi sebagai fondasi utama pengolahan limbah plastik.
Pada 2025, Antam melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) program pengolahan sampah plastik bersama lima sekolah di Kecamatan Maba, Halmahera Timur yang kemudian dinamai ANTAM Sinergi Pengolahan Sampah Plastik (SIPS).
Sekolah tersebut adalah SMP Negeri 1 Maba, SMP GIMH Buli, SMP Negeri 11 Maba, SMA Negeri 1 Haltim dan SMK Pertambangan Buli. Program ini difokuskan pada pembangunan sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari pemilahan di sumber, khususnya di lingkungan sekolah, agar sampah plastik dapat dimanfaatkan secara optimal dan bernilai guna.
North Maluku, CSR & ER Bureau Head PT Antam Tbk, Rachmat Agung Abdillah, menyampaikan pendekatan berbasis sekolah dipilih karena perannya yang strategis dalam membentuk perubahan perilaku jangka panjang.
“Kami memandang pengelolaan sampah plastik bukan sekadar persoalan kebersihan, tetapi bagian dari ekosistem nilai. Melalui pendidikan dan keterlibatan komunitas sekolah, sampah dapat diolah menjadi media pembelajaran sekaligus memiliki nilai ekonomi sederhana yang berkelanjutan,” ujarnya.
Kegiatan monev itu kata Rachmat, untuk memastikan sistem yang dibangun dapat dipahami, dijalankan, dan dimiliki oleh para pelaku di lapangan.
“Perubahan tidak harus dimulai dari infrastruktur besar. Sistem kecil yang tepat, berbasis pengetahuan lokal, justru mampu menciptakan dampak sosial dan lingkungan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Melalui program ini, ANTAM menegaskan bahwa pengelolaan sampah plastik dapat menjadi peluang penciptaan nilai baru apabila didukung oleh edukasi yang tepat dan partisipasi aktif masyarakat sejak tahap paling dasar.








