Malutzone – Cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah mendorong Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat memperpanjang status tanggap darurat bencana hidrometeorologi.
Perpanjangan status tanggap darurat ini dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kondisi terkini di lapangan, termasuk curah hujan tinggi, angin kencang, serta ancaman banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan rawan bencana.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Barat menyampaikan bahwa perpanjangan status ini bertujuan memastikan kesiapsiagaan seluruh unsur penanggulangan bencana tetap optimal, baik dalam upaya pencegahan, penanganan darurat, maupun pemulihan awal.
Selama masa tanggap darurat, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan intensif di wilayah rawan, menyiagakan personel serta peralatan, dan mengoordinasikan bantuan dengan TNI, Polri, serta instansi terkait lainnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama bagi warga yang bermukim di daerah bantaran sungai, lereng perbukitan, dan wilayah pesisir. Pemerintah daerah juga meminta warga segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat atau tanda-tanda bencana.
Perpanjangan status tanggap darurat ini diharapkan dapat mempercepat penanganan dan meminimalkan dampak bencana terhadap keselamatan warga serta aktivitas sosial ekonomi di Halmahera Barat.








![Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesra Kota Tidore Kepulauan, Dr. Syofyan Saraha, M.Si menerima dokumen hasil rekomendasi TACB Tahun 2024, di Ruang Rapat Penginapan Bogenfil Kota Tidore, Kamis (7/3/2024). [Foto. Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2024/03/2-3-300x178.jpg)
![Wakil Walikota Tidore Kepulauan, Muhammad Sinen membuka kegiatan Rembuk Stunting t di Aula Sultan Nuku Kantor Walikota, Kamis (7/3/2023). [Foto. Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2024/03/1-1-300x178.jpg)
