Zonamalut – Provinsi Jawa Timur diproyeksikan menjadi hub pemasaran komoditas Maluku Utara setelah pertemuan dua gubernur di Gedung Negara Grahadi, Jumat (27/2/2026).
Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama strategis di bidang logistik, perdagangan, dan transformasi digital pemerintahan.
Salah satu isu utama yang dibahas ialah ketimpangan arus logistik. Kapal dari Jawa Timur umumnya berangkat ke Maluku Utara dengan muatan penuh, namun kembali tanpa kapasitas optimal. Kondisi ini berdampak pada tingginya biaya distribusi dan ikut memengaruhi harga kebutuhan pokok di Maluku Utara.
Kedua gubernur sepakat membangun sistem rantai pasok yang lebih efisien, sehingga komoditas unggulan Maluku Utara seperti hasil perikanan dan pertanian dapat terserap pasar Jawa Timur. Dengan begitu, distribusi menjadi lebih seimbang dan biaya logistik dapat ditekan.
Selain sektor perdagangan, pertemuan juga menyoroti penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital. Sherly menyatakan Maluku Utara ingin belajar dari capaian Jawa Timur dalam penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) guna meningkatkan kualitas layanan publik dan reformasi birokrasi.
Kerja sama ke depan juga akan diperluas pada penguatan BUMD, peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN), serta pengembangan sektor pertanian dan hilirisasi produk unggulan daerah.






![CSR Manager ANTAM UBPN Malut, Jacob Sampe. [Foto. Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2024/05/4-6-300x178.jpg)



![Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah TA 2023 dari Kepala BPK Perwakilan Maluku Utara Marius Sirumapea kepada Walikota Tidore Kepulauan Capt H Ali Ibrahim. [Foto. Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2024/05/2-12-300x178.jpg)