Wali Kota Tidore Sebut Inovasi Jadi Solusi Hadapi Keterbatasan Fiskal

Malutzone – Wali Kota Tidore Kepulauan menegaskan inovasi daerah bukan lagi pilihan, melainkan keharusan untuk meningkatkan kinerja pelayanan yang cepat, murah dan berdaya saing.

Hal itu disampaikan Wali Kota Tidore dalam rapat paripurna ke-3 masa persidangan III tahun 2025-2026 atas Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Inovasi Daerah Tahun Anggaran 2026 di DPRD Kota Tidore, Senin (11/5/2026).

“Seiring tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik yang semakin berkualitas, pemerintah daerah dituntut mampu beradaptasi melalui berbagai terobosan dan inovasi,” ujarnya.

Realitas yang dihadapi kata Ayah Erik, sapan Wali Kota Tidore, tidak sederhana yang dibayangkan. Menurutnya, ruang fiskal yang terbatas, situasi ekenomi yang tidak menentu serta tuntutan pelayanan yang optimal harus dihadapi dengan inovasi.

“Dalam kondisi seperti ini, satu-satunya jalan adalah kita harus berani berubah, berani berinovasi, dan berani mengambil langkah strategis,” katanya.

Kota Tidore Kepulauan merupakan satu-satunya kota dari luar pulau Jawa yang berhasil masuk 5 besar nasional kota terinovatif.

“Namun kita semua harus bersepakat, bahwa inovasi haruslah membumi, berdampak nyata, dan solutif mengatasi problem sosial di negeri ini,” katanya.

Menurutnya, Ranperda tentang inovasi merupakan wujud komitmen politik dan komitmen pemerintah untuk menghadirkan perubahan nyata.

“Hari ini kita tidak sekadar membahas sebuah dokumen regulasi namun kita sedang menentukan arah masa depan daerah, dengan menjawab pertanyaan besar, apakah kita akan berjalan biasa-biasa saja, atau melompat lebih maju melalui inovasi,” katanya.

Walikota menyebut Ranperda ini sebagai instrumen transformasi. “Dengan regulasi ini, kita ingin memastikan bahwa setiap perangkat daerah tidak lagi bekerja secara rutin semata, tetapi haruslah out of the box, yang berorientasi pada terobosan dan hasil. Setiap kebijakan publik benar-benar memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dan setiap rupiah dalam anggaran yang kita kelola haruslah menghasilkan nilai tambah untuk kesejahteraan bagi semua,” jelasnya.

Regulasi ini juga memberi ruang luas bagi aparatur, masyarakat, akademisi, dan dunia usaha untuk mendorong gerakan inovasi daerah. Walikota mengutip pandangan Elon Musk, “Inovasi lahir dari keberanian untuk berpikir berbeda dan menantang batasan.”

Ia memandang DPRD sebagai mitra strategis. “Kami menyadari tidak ada kebijakan yang sempurna tanpa proses pembahasan yang mendalam. Melalui forum dewan yang terhormat ini, kiranya dapat bersama-sama membahas, menyempurnakan substansinya, dan pada akhirnya menetapkannya sebagai regulasi yang kuat, implementatif, dan visioner,” ucapnya.

Menutup sambutan, Walikota menegaskan sejarah kemajuan daerah ditentukan keberanian pemimpin mengambil keputusan.

“Mari kita tunjukkan kepada masyarakat bahwa kita adalah pemimpin yang tidak hanya mampu merencanakan, tetapi juga berani melakukan perubahan,” pungkasnya.