Malutzone – Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Maluku menggelar Rembuk Paripurna di aula Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara di Oba Utara, Kota Tidore, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan yang dibuka oleh Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Maluku Utara, Anwar M. Nur ini dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemprov Maluku Utara, pengurus KTNA Kabupaten/Kota, penyuluh pertanian serta perwakilan nelayan.
Dalam musyawarah ini, Enos Loha terpilih secara aklamasi menggantikan Rahmi Husen yang kepengurusannya berakhir pada 2026. Enos Loha yang berlatar belakang pengusaha tersebut akan menakhodai KTNA Maluku Utara hingga 2031.
Wakil Ketua Komunitas KTNA Provinsi Maluku Utara, Muh Tahsim Hajatuddin dalam laporan pertanggung jawaban menyampaikan bahwa masih terdapat sejumlah program kerja yang belum terlaksana sepenuhnya.
Namun kata dia, KTNA Provinsi Maluku Utara selalu berupaya untuk melaksanakan program yang terukur untuk kemajuan pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kelautan.
Kesempatan itu, Tahsim menyampaikan tantangan yang dihadapi para petani dan nelayan Maluku Utara, antara lain:
Pertama, tingginya harga kebutuhan produksi seperti pupuk, benih, bibit, dan sarana penunjang usaha.
Kedua, harga hasil produksi yang belum memadai. Ketiga, keterbatasan akses pasar, permodalan, dan Bantuan Pemerintah (BMN).
Keempat adalah keterbatasan sarana dan prasarana: kapal, alat tangkap, pelabuhan, serta dermaga yang belum memadai. Selain itu terjadi kerusakan dan kelangkaan ruang darat dan laut akibat berbagai aktivitas.
“Ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan yang berdampak pada keberlangsungan usaha serta keselamatan jiwa dan harta,” paparnya.
Untuk menjawab tantangan tersebut, kata Tahsim, KTNA Maluku Utara menegaskan peran strategisnya sebagai jembatan antara pemerintah dan petani/nelayan.
Dimana KTNA berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi berbasis data. Kedua, meningkatkan kapasitas SDM dan penerapan teknologi bagi petani dan nelayan.
Selain itu, menghilangkan praktik ijon dan memastikan akses pasar yang lebih luas. Memperjuangkan pengelolaan sumber daya laut dan darat agar tidak merugikan rakyat.
Ia menambahkan, akan mendorong penguatan kelembagaan, koperasi, serta pengendalian utang dan lembaga keuangan yang membebani.
“Rembug paripurna merupakan forum tertinggi dalam organisasi yang menjadi wadah musyawarah dan penentuan arah ke depan,” katanya.
Sementara itu, Ketua KTNA Maluku Utara, Enos Loha menyampaikan kegiatan ini menjadi momen penting untuk meninjau perjalanan organisasi, memetakan kondisi riil petani dan nelayan, serta menyusun arah kebijakan demi kesejahteraan masyarakat tani dan nelayan di Maluku Utara.
Dalam paparannya, ia menyampaikan sejumlah agenda prioritas ditetapkan untuk periode mendatang, meliputi:
Pertama Penguatan kelembagaan KTNA hingga tingkat kabupaten/kota. Pembentukan Pengurus Baru Untk KTNA di 10 Kabupaten Dan Kota, Kedua Peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
Ketiga, menjembatani dan mencari mitra untuk penguatan akses permodalan dan pasar.
Sedangkan untuk program jangka oanjangnya membantu pemerintah dalam modernisasi pertanian dan perikanan berbasis teknologi, pengembangan hilirisasi dan nilai tambah produk serta regenerasi petani dan nelayan muda.
“KTNA harus hadir bukan hanya ketika ada kegiatan, tetapi harus hadir ketika petani dan nelayan menghadapi persoalan. KTNA menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat tani dan nelayan, sekaligus wadah perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” katanya.
Enos mengatakan, salah satu prioritas di awal kepengurusannya adalah membantu dan memfasilitasi petani dan nelayan dalam memasarkan hasil mereka.
“Misalnya, jika petani biasa menjual kelapa per buah dengan harga Rp1.200 atau Rp1.500 maka kami akan memberi subsidi pada biaya pengangkutan sehingga harga kelapa bisa mencapai Rp2.000 sd 2500 per buah,” jelasnya.
Dari musyawarah ini lahir sejumlah rekomendasi, antara lain:
– Kebijakan pemerintah harus memihak pada peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan.
– Penguatan sarana dan prasarana produksi.
– Kemudahan akses permodalan dan pasar.
– Peningkatan nilai tambah hasil produksi melalui pengolahan pasca panen.
– Penyediaan bahan bakar dan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
– Pengembangan industri pengolahan hasil bumi dan laut.
– Perluasan akses pasar dan pelaksanaan program khas petani dan nelayan.
“Dengan semangat kebersamaan, KTNA Maluku Utara bertekad menjadi organisasi yang semakin kuat, mandiri, dan mampu memperjuangkan hak serta kesejahteraan seluruh petani dan nelayan di tanah Maluku Utara tercinta,” pungkasnya.

![Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, [Foto.Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2026/09/3-300x178.jpg)

![Jatim belajar percepatan rumah layak dari Malut [Foto. Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2026/09/12-1-300x178.jpg)



![Peserta atau Siswa Sekolah Lansia Ceria Kota Tidore Kepulauan ini sebanyak 20 Orang [Foto. Ist.]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2023/12/2-9-300x178.jpg)

