Malutzone – Hasil pemantauan kualitas udara yang dirilis Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan per Kamis (15/10/2026) menunjukkan kondisi yang semakin mengkhawatirkan. Sejumlah titik di beberapa kecamatan kini telah naik status dari Tidak Sehat menjadi Sangat Tidak Sehat, sementara wilayah lainnya masih berada pada ambang batas tidak sehat.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, Saiful Salim, meminta masyarakat tidak meremehkan situasi yang sedang terjadi.
“Melihat status uji kualitas udara yang hampir seluruh Kecamatan di Kota Tidore Kepulauan berstatus tidak sehat dan sangat tidak sehat, maka dihimbau kepada seluruh warga agar jangan menganggap remeh dengan himbauan yang telah diberikan,” tegasnya.
“Protokol kesehatan harus dipatuhi, kurangi aktivitas diluar rumah/ruangan jika tidak terlalu mendesak, kalaupun harus beraktivitas diluar ruangan karena kebutuhan, diharapkan untuk menggunakan masker saat berada diluar ruangan, ini harus dipatuhi untuk menghindari partikuler halus (PM.25) dan gas/senyawa kimia karbon dioksida (CO2) masuk ke dalam saluran pernapasan, yang bisa menyebabkan ISPA atau penyakit pernapasan lainnya,” imbaunya.
Hasil pemantauan mencatat, titik yang berstatus Sangat Tidak Sehat meliputi: UPT Puskesmas Akelamo, SMP Negeri 8 Kota Tidore Kepulauan, Pelabuhan Loleo Part Terminal, SDN Akelamo, Pelabuhan Gita, UPT Puskesmas Talagamori, SMP Muhammadiyah 5 Tidore, Pasar Bale, Kantor Desa Woda, UPT Puskesmas Lifofa, Kantor Camat Oba Selatan, dan SMA Negeri 7 Kota Tidore Kepulauan.
Sementara wilayah yang berstatus Tidak Sehat antara lain: UPT Puskesmas Rum Balibunga, Pasar Rum, Pelabuhan Fery Rum, UPT Puskesmas Ome, MAN 2 Tidore, Masjid Al Furqan Ome, UPT Puskesmas Tomalou, MAN 1 Tidore, SPN Polda Malut, Kantor Wali Kota, Halaman RSD Tidore, Pelabuhan Speedboat Sofifi, SD MIS Balbar, Jalan Raya KM 40 Sofifi, UPT Puskesmas Galala, KUA Oba Selatan, SMP Negeri 4 Tidore, TK Pembina 26 Payahe, MIS Almustakim Cobo, Kantor Lurah Jiko Cobo, Pelabuhan Itokici, SMPN 9 Tidore, UPT Puskesmas Tosa, SMA 9 Tidore, dan Pelabuhan Majui.
Dinas Kesehatan telah menyalurkan 15.000 lembar masker kepada masyarakat sebagai langkah mitigasi sekaligus terus melakukan sosialisasi.
“Sampai saat ini Dinas Kesehatan dan Puskesmas sudah melakukan langkah mitigasi dengan melakukan pembagian masker sebanyak 15.000 kepada masyarakat dan akan terus melakukan edukasi baik secara langsung ke masyarakat, maupun lewat media sosial,” tambah Saiful.





