Malutzone – Pemerintah Kota Tidore Kepulauan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan mendorong upaya penggalian dan pendaftaran naskah kuno yang tersimpan di tengah masyarakat. Sosialisasi identifikasi dan pendaftaran naskah kuno dibuka secara resmi oleh Asisten Sekda Bidang Administrasi Umum, Sofyan Saraha, di Aula Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kota Tidore Kepulauan, Senin (2/11/2026).
Kegiatan ini diselenggarakan bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara, dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, narasumber, serta peserta sosialisasi.
Dalam arahannya, Sofyan Saraha menegaskan bahwa Tidore sebagai negeri tua menyimpan banyak peninggalan manuskrip bernilai sejarah, namun banyak di antaranya belum teridentifikasi dan belum dikelola secara optimal.
“Kegiatan ini sangat penting. Tidore memiliki sejarah panjang, dan dari sejarah itu pasti menyimpan catatan-catatan tua yang belum terekspos. Ini harus digali dan dilestarikan sebagai kekayaan budaya untuk anak cucu,” katanya.
Naskah kuno disebutnya sebagai dokumen memori kolektif yang memuat informasi lintas aspek kehidupan — agama, sosial, budaya, politik, hingga ekonomi masa lampau. Ia berharap masyarakat turut berperan aktif dalam pemeliharaan warisan leluhur ini.
“Kami berharap kegiatan ini menyentuh akar persoalan. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan harus hadir dengan kegiatan konkret, dan masyarakat sebagai pemilik naskah harus menjadi kunci utama dalam pemeliharaan dan pelestarian,” ujarnya.
Sofyan juga menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah dan pemerintah provinsi agar langkah pelestarian naskah kuno dapat berjalan lebih efektif, sejalan dengan visi daerah mewujudkan Tidore sebagai Kota Rempah, Titik Nol Jalur Rempah, serta Kota Budaya Warisan Dunia.









![Penyerahan penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Regional Maluku-Nusa Tenggara di Jakarta, Kamis (17/9/2026). [foto. Dokumentasi Kemendagri]](https://malutzone.com/wp-content/uploads/2026/09/6-300x178.jpg)