Malutzone – Meningkatnya aktivitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Maluku Utara membawa dampak berupa kabut asap yang mulai menyelimuti sejumlah daerah. BPBD Kota Tidore Kepulauan pun bergerak cepat untuk mengantisipasi risiko yang mungkin dialami masyarakat.
Kabut asap dari kebakaran hutan diketahui berpotensi mengganggu sistem pernapasan warga. Selain itu, penurunan jarak pandang turut menghambat kelancaran transportasi darat, laut, maupun udara — bahkan telah berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Babullah Ternate.
Sebagai langkah nyata melindungi warga, BPBD Kota Tidore Kepulauan berencana membagikan masker secara menyeluruh dalam waktu dekat.
“Dalam waktu dekat ini kami dari BPBD akan melakukan pembagian masker secara menyeluruh kepada masyarakat guna mencegah gangguan pernapasan,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Muhammad Abubakar.
Pihaknya meminta masyarakat tidak meremehkan kondisi kabut asap. Warga diimbau menggunakan masker saat berada di luar ruangan, membatasi aktivitas di luar rumah saat asap pekat, serta segera mencari bantuan medis jika mengalami keluhan seperti batuk, sesak napas, atau iritasi mata.
BPBD juga telah menerima arahan dari BNPB terkait kesiapsiagaan menghadapi dampak karhutla. Untuk memperkuat penanganan, BPBD akan berkoordinasi erat dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta instansi terkait lainnya. Pembahasan mencakup langkah perlindungan kesehatan, kesiapan bantuan sosial, hingga kemungkinan penetapan status tanggap darurat jika kondisi memburuk.
“Kami berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersama-sama melakukan pencegahan. Informasi ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan kesehatan dan keselamatan masyarakat,” ujar Muhammad Abubakar.
Selain ancaman asap, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir saat hujan turun. Membersihkan saluran air dan selokan dari sampah menjadi langkah penting yang harus dilakukan warga bersama pemerintah kelurahan dan TNI-Polri.
Muhammad Abubakar menegaskan bahwa pencegahan bencana adalah tanggung jawab semua pihak. Warga diminta mengandalkan informasi resmi dari pemerintah, bukan kabar yang beredar di media sosial, serta tetap berhati-hati dalam beraktivitas.
“Pencegahan dan kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami berharap masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi resmi agar dampak bencana dapat diantisipasi sedini mungkin,” pungkasnya.
